Redenominasi mata uang rupiah menjadi topik obrolan yang hangat akhir-akhir ini. Mulai dari obrolan santai hingga serius, mulai dari guyonan ringan pengendur urat syaraf hingga diskusi berat yang mengerutkan kening.
Sebagai bentuk pengurangan nominal angka mata uang, istilah redenominasi seringkali disandingkan dengan kata lain: sanering. Namun, ada perbedaan menyolok di antara keduanya. Jika redenominasi hanyalah berwujud pada penulisan nominal mata uang yang lebih singkat atau sederhana, maka sanering diikuti pula oleh pemangkasan nilai uang. Artinya, ada prospek penurunan daya beli masyarakat. Atau dengan kata lain, pemiskinan massal.
Showing posts with label redenominasi. Show all posts
Showing posts with label redenominasi. Show all posts
Friday, August 13, 2010
Tuesday, August 10, 2010
Catatan Harian 10 Agustus 2010 (tentang Redenominasi, Bagian 1)
Redenominasi mata uang rupiah menjadi topik obrolan yang hangat akhir-akhir ini. Mulai dari obrolan santai hingga serius, mulai dari guyonan ringan pengendur urat syaraf hingga diskusi berat yang mengerutkan kening.
Dalam bahasa sederhana, redenominasi adalah pengurangan angka mata uang yang tertulis dalam lembaran alat pembayaran maupun data transaksi finansial lainnya. Kali ini, redenominasi akan menghapus tiga angka nol paling belakang dari peredaran. Pecahan seribu menjadi serupiah, sepuluh ribu menjadi sepuluh rupiah, dan seterusnya ke atas. Sementara nasib pecahan ratusan ke bawah masih ghaib dari pengetahuan saya.
Dalam bahasa sederhana, redenominasi adalah pengurangan angka mata uang yang tertulis dalam lembaran alat pembayaran maupun data transaksi finansial lainnya. Kali ini, redenominasi akan menghapus tiga angka nol paling belakang dari peredaran. Pecahan seribu menjadi serupiah, sepuluh ribu menjadi sepuluh rupiah, dan seterusnya ke atas. Sementara nasib pecahan ratusan ke bawah masih ghaib dari pengetahuan saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)