Minggu malam itu saya tiba di kompleks perumahan ketika jarum jam sedikit melewati pukul sembilan malam. Dengan badan hancur luluh setelah seharian bekerja lembur di kantor, saya menyusuri jalan aspal menuju rumah. Beberapa meter menjelang tujuan akhir, seorang tetangga menyapa saya. Dengan hangat, Beliau menjabat erat tangan saya.
“Selamat ya, Ente jadi RT”
Waduh…!!
Thursday, February 17, 2011
Wednesday, October 20, 2010
Catatan Harian 20 Oktober 2010 (Pentingnya Ilmu Sebelum Amal)
Siang ini, ada ceramah ba`da Dhuhur di masjid dekat kantor. Dan inilah ringkasannya.
...
...
Catatan Harian 19 Oktober 2010
Sore ini saya pulang agak terlambat. Meskipun saya sudah berjanji pada Bunda Farras untuk pulang jam 5 tenggo. Namun ada sebuah kejadian yang membuat saya menunda kepulangan saya. Sebuah kejadian yang membuat saya sedikit banyak merenung dan berpikir.
Sudah hampir 6 bulan ini saya bertugas di kantor klien saya di bilangan Simatupang, Jakarta Selatan. Di lantai tempat saya bekerja, ada seorang petugas sekuriti. Namanya Pak Asep. Dan sore hari ini ketika saya melewati meja Pak Asep untuk melangkah pulang, dia bertanya kepada saya tentang masa kuliah saya. Apakah saya juga diajari bahasa pemrograman Pascal?
Waww.... Surprise surprise....
Sudah hampir 6 bulan ini saya bertugas di kantor klien saya di bilangan Simatupang, Jakarta Selatan. Di lantai tempat saya bekerja, ada seorang petugas sekuriti. Namanya Pak Asep. Dan sore hari ini ketika saya melewati meja Pak Asep untuk melangkah pulang, dia bertanya kepada saya tentang masa kuliah saya. Apakah saya juga diajari bahasa pemrograman Pascal?
Waww.... Surprise surprise....
Tuesday, October 12, 2010
Catatan Harian 10 Oktober 2010
Udara dingin langsung menerpa saya begitu saya membuka pintu rumah pagi ini. Sebenarnya, tidak ada yang berbeda dengan hawa pagi hari ini. Namun, dua hari ini, angin berhembus lebih kencang dari biasanya. Salah seorang jamaah shalat Subuh di masjid kami memprediksi hal ini disebabkan karena perubahan musim. Mungkin ada benarnya juga, soalnya sudah beberapa hari ini tidak turun hujan.
Namun yang lebih mengkhawatirkan saya adalah perasaan yang tidak enak di sekujur kerongkongan, hidung dan mata saya. Rupanya sistem imunitas saya sedang melakukan penggelaran pasukan sel darah putih menghadang virus flu yang datang menginvasi. Gaswat, pikir saya...
Namun yang lebih mengkhawatirkan saya adalah perasaan yang tidak enak di sekujur kerongkongan, hidung dan mata saya. Rupanya sistem imunitas saya sedang melakukan penggelaran pasukan sel darah putih menghadang virus flu yang datang menginvasi. Gaswat, pikir saya...
Friday, August 13, 2010
Catatan Harian 10 Agustus 2010 (tentang Redenominasi, Bagian 2)
Redenominasi mata uang rupiah menjadi topik obrolan yang hangat akhir-akhir ini. Mulai dari obrolan santai hingga serius, mulai dari guyonan ringan pengendur urat syaraf hingga diskusi berat yang mengerutkan kening.
Sebagai bentuk pengurangan nominal angka mata uang, istilah redenominasi seringkali disandingkan dengan kata lain: sanering. Namun, ada perbedaan menyolok di antara keduanya. Jika redenominasi hanyalah berwujud pada penulisan nominal mata uang yang lebih singkat atau sederhana, maka sanering diikuti pula oleh pemangkasan nilai uang. Artinya, ada prospek penurunan daya beli masyarakat. Atau dengan kata lain, pemiskinan massal.
Sebagai bentuk pengurangan nominal angka mata uang, istilah redenominasi seringkali disandingkan dengan kata lain: sanering. Namun, ada perbedaan menyolok di antara keduanya. Jika redenominasi hanyalah berwujud pada penulisan nominal mata uang yang lebih singkat atau sederhana, maka sanering diikuti pula oleh pemangkasan nilai uang. Artinya, ada prospek penurunan daya beli masyarakat. Atau dengan kata lain, pemiskinan massal.
Tuesday, August 10, 2010
Catatan Harian 10 Agustus 2010 (tentang Redenominasi, Bagian 1)
Redenominasi mata uang rupiah menjadi topik obrolan yang hangat akhir-akhir ini. Mulai dari obrolan santai hingga serius, mulai dari guyonan ringan pengendur urat syaraf hingga diskusi berat yang mengerutkan kening.
Dalam bahasa sederhana, redenominasi adalah pengurangan angka mata uang yang tertulis dalam lembaran alat pembayaran maupun data transaksi finansial lainnya. Kali ini, redenominasi akan menghapus tiga angka nol paling belakang dari peredaran. Pecahan seribu menjadi serupiah, sepuluh ribu menjadi sepuluh rupiah, dan seterusnya ke atas. Sementara nasib pecahan ratusan ke bawah masih ghaib dari pengetahuan saya.
Dalam bahasa sederhana, redenominasi adalah pengurangan angka mata uang yang tertulis dalam lembaran alat pembayaran maupun data transaksi finansial lainnya. Kali ini, redenominasi akan menghapus tiga angka nol paling belakang dari peredaran. Pecahan seribu menjadi serupiah, sepuluh ribu menjadi sepuluh rupiah, dan seterusnya ke atas. Sementara nasib pecahan ratusan ke bawah masih ghaib dari pengetahuan saya.
Monday, August 09, 2010
Catatan 4 Agustus 2010 (Bagian 1)
Fiqih -sebagai bentuk respon Islam terhadap perkembangan zaman- ternyata sudah mulai berkembang sejak zaman Khulafa’ur Rasyidin. Perkembangannya semakin pesat seiring dengan semakin luasnya wilayah kekhalifahan Islam, baik pada masa Khulafa’ur Rasyidin, Bani Umayyah maupun Bani Abbasiyah; yang menimbulkan ekses kepada masyarakat, berupa interaksi dengan berbagai macam budaya, adat istiadat, bahasa dan ilmu pengetahuan baru. Sedangkan di sisi lain, agama Islam telah mengajarkan kepada pemeluknya untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidupnya. Agar senantiasa berjalan dalam koridor dan tidak melampaui batas yang telah digariskan oleh Tuhan Alam Semesta.
Pagi ini, sambil mengunyah dan menggilas menu sarapan pagi, saya buka-buka kembali salah satu buku yang belum sempat saya selesaikan, yaitu buku mengenai Biografi Empat Imam Madzhab. Selama lima belas menit yang menyenangkan itu, saya hanya sanggup menyusuri gambaran singkat dari kondisi masyarakat yang melahirkan penghulu imam madzhab, Imam Abu Hanifah Nu`man bin Tsabit rahimahullah. Namun dari waktu yang singkat itu, saya mendapatkan sebuah gambaran menarik mengenai evolusi salah satu elemen dari hukum syariah tersebut.
Pagi ini, sambil mengunyah dan menggilas menu sarapan pagi, saya buka-buka kembali salah satu buku yang belum sempat saya selesaikan, yaitu buku mengenai Biografi Empat Imam Madzhab. Selama lima belas menit yang menyenangkan itu, saya hanya sanggup menyusuri gambaran singkat dari kondisi masyarakat yang melahirkan penghulu imam madzhab, Imam Abu Hanifah Nu`man bin Tsabit rahimahullah. Namun dari waktu yang singkat itu, saya mendapatkan sebuah gambaran menarik mengenai evolusi salah satu elemen dari hukum syariah tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)